Syariat menyuruh anda menikah

Manusia mengalami pelbagai peristiwa sepanjang sejarah hidupnya. apakah peristiwa yang paling menarik untuk dibicarakan dan dilaksanakan?

Bagi anak muda, jawapan sepakat adalah : pernikahan.

Benarkah pernikahan itu indah? Jawapan itu terpulang pada pilihan ini: Di jalan apa anda menikah?

1. Syari’at Menyuruh Anda Menikah
Nikah dalam bahasa bermaksud berhimpun atau bersatu. Ada juga pendapat yang mengatakan nikah itu adalah jimak. Islam meletakkan perkahwinan itu sebagai salah satu perkara yang penting dalam hidup seseorang muslim.
• Islam meletakkan pernikahan sebagai bahagian yang penting dalam agama.

Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, bererti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah.(riwayat Baihaqi, dari Anas bin Malik)

Ingat lagi kisah 3 kelompok pemuda bertemu Rasulullah, merasakan ibadah mereka sedikit dan salah seorang berjanji untuk solat amlam terus menerus, yang alin berkata akan berpuasa dan tidak akan berbuka manakala yang lain berkata akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.

Ketahuilah demi Allah sesungguhnya aku adalah yang paling takut di antara kamu kepada Allah dan paling bertakwa kepadaNya. Tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku solat malam dan aku tidur, dan aku menikah dengan wanita. Maka barang barang siapa membenci sunnahku, ia bukan dari golonganku (HR Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksudkan sunnah ialah jalan hidup, baginda berbuka agar kuat berpuasa, tidur agar kuat menunaikan solat malam dan menikah untuk menjaga kesucian jiwa, mengendurkan nafsu dan mengembangkan keturunan.

Bukankah Rasulullah akan berbangga dengan jumlah kita, keturunan umat Islam yang ramai di akhirat kelak?
• fitrah manusia, tertarik kepada lawan jenisnya. Pernikahan adalah jalan terhormat untuk menghubungkan kasih sayang antara dua jenis manusia. Maka siapa yang dapat mematikan perasaan dan fitrah itu dengan menolak pernikahan?

• pernikahan bukan sahaja disyari’atkan sejak kenabian Rasulullah, tetapi telah menjadi sunnah para nabi terdahulu..kisah2 Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria bahkan Nabi Adam.

Dan sesungguhnya kami mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan kami memberikan mereka isteri dan keturunan (Ar-Ra’d : 38)

• Islam menggalakkan seseorang itu untuk bernikah apabila dianya ‘mampu’. Kemampuan itu adalah kemampuan untuk berjimak. Seseorang itu tidak akan mampu bertahan untuk hidup seorang diri dan secara fitrahnya manusia memerlukan teman. Selain itu manusia juga adalah secara fitrah mudah tertarik dengan manusia berlainan jenis. Nabi sangat tegas dalam mengarahkan manusia untuk bernikah.

Barangsiapa telah mempunyai kemampuan untuk bernikah kemudian dia tidak menikah maka ia bukan termasok umatku (Thabrani dan Baihaqi)
• Wajib hokum seseorang itu untuk bernikah apabila dia berkeinginan untuk bernikah dan mampu zahir dan batin.

Wallahu’alam

Wassalam wrt wbt

 

Leave a comment

Filed under Buku, Dakwah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s